Pages

Rabu, 23 Maret 2011

Makalah Geografi


MAKALAH GEOGRAFI
CUACA DAN IKLIM SERTA DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN

DISUSUN
O
L
E
H 


     Dwi Rahayu pangastuti



MAN 2 unggulan Mataram
2011





KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa karena atas bimbingan dan petunjuk serta kemudahan yang diberikan oleh-Nya, saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah  tentang Cuaca & iklim serta dampaknya bagi kehidupan dengan baik dan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.
Dengan dibuatnya makalah ini kita dapat mengetahui bagaimana dampak Cuaca & iklim bagi kehidupan.
Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kekurangan dalam makalah ini mohon dimaafkan.

                                                                              

Tertanda


( Penulis )











DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I                  PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang
2.    Rumusan masalah
3.    Tujuan
4.    Manfaat

BAB II       PEMBAHASAN
1.    Atmosfer
2.    pengertian cuaca dan iklim
3.    Pola gerakan udara dan kaitannya dengan kehidupan
4.    Siklon, Antisiklon dan daerah konvergensi antartropik
5.    Klasifikasi Iklim Menurut Pakarnya

BAB III      PENUTUP
1.    Kesimpulan

Daftar Pustaka





BAB I
PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang
Bumi terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian yang padat (litosfer), cair (hidrosfer) dan gas (atmosfer), atmosfer menutupi seluruh permukaan bumi, baik yang padat maupun yang cair, yaitu tanah dan air. Lapisan atmosfer dapat dibagi-bagi berdasarkan ketinggiannya dari permukaan air laut.
a.     Troposfer
b.    Stratosfer
c.     Ionosfer
d.    Eksosfer

Cuaca adalah kondisi rata-rata udara pada saat tertentu di wilayah relative sempit dalam jangka waktu yang relatife singkat.
Iklim adalah kondisi cuaca rata-rata tahunan pada suatu wilayah yang lebih luas.

Klimatologi adalah bagian kecil dari Meteorologi. Dalam mempelajari klimatologi terlebih  dahulu perlu diketahui definisi dari cuaca dan iklim. Cuaca adalah keadaan atmosfer di suatu tempat dan waktu tertentu. Jadi pada tempat dan waktu yang berbeda cuaca akan berbeda pula. Adapun iklim adalah jalannya keadaan cuaca atau keseluruhan dari gejala-gejala cuaca di daerah tertentu dalam periode yang lama.

          Iklim di suatu tempat ditentukan oleh sejumlah unsur iklim seperti suhu, lengas udara, curah hujan, kecepatan angin, lama penyinaran matahari, dsb. Sebenarnya beberapa unsur iklim tersebut merupakan interaksi antara sejumlah faktor iklim yaitu penyebab-penyebab yang menentukan corak iklim, seperti letak lintang, arah angin, relief, tipe tanah, dan vegetasi.


2.    Rumusan masalah
a.     Apa yang dimaksud cuaca dan iklim?
b.    Bagaimana dampak Cuaca & iklim bagi kehidupan?
c.      Apa saja pengaruh cuaca dan iklim bagi kehidupan?
d.    Apa saja unsur-unsur cuaca dan iklim?
e.     Bagaimana proses terjadinya perubahan  cuaca dan iklim?
f.        Apa saja klasifikasi iklim?

3.    Tujuan

1.    Untuk mengetahui pengertian dari cuaca dan iklim
2.    Untuk mengetahui bagaimana dampak Cuaca & iklim bagi kehidupan.
3.    Untuk mengetahui apa saja pengaruh cuaca dan iklim bagi kehidupan
4.    Untuk mengetahui apa saja unsur-unsur cuaca dan iklim
5.    Untuk mengetahui bagaimana proses terjadinya perubahan  cuaca dan iklim
6.    Untuk mengetahui apa saja klasifikasi iklim

4.    Manfaat
Untuk menambah wawasan tentang  bagaimana dampak Cuaca & iklim bagi kehidupan.


BAB II
PEMBAHASAN
A.     ATMOSFER
Bumi terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian yang padat (litosfer), cair (hidrosfer) dan gas (atmosfer), atmosfer menutupi seluruh permukaan bumi, baik yang padat maupun yang cair, yaitu tanah dan air.

1.     Pengertian Atmosfer
Atmosfer adalah bagian bumi yang terdiri dari campuran beberapa gas yang mengelilingi bagian bumi yang padat dan cair. Menurut Humphrey, gas-gas atas unsur-unsur yang terdapat dalam atmosfer dapat dilihat di bawah ini :

Tabel susunan gas-gas utama atmosfer
No.
Gas
Ketinggian (dalam km)
15
20
40
100
1
Nitrogen/zat lemas
79,5 %
81,2 %
86,5 %
3,0 %
2
Oksigen/zat asam
19,7 %
18,1 %
12,6 %
0 %
3
Argon
0,8 %
0,5 %
0,2 %
0 %
4
Zat air
1,0 %
0,0 %
0,7 %
96,4 %

Selain itu, atmosfer mengandung pula gas-gas neon, helium, hidroenium, kripton, dan xenon. Dan atmosfer juga terdapat persenyawaan-persenyawaan seperti uap air, ozon, gas CO2, dan NH3.
Atmosfer mempunyai beberapa sifat :
a.       Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak dapat dirasakan kecuali dalam bentuk angin.
b.      Dinamis dan elastis sehingga dapat mengemban dan mengkerut.
c.       Transparan terhadap bentuk radiasi.
d.      Mempunyai berat sehingga dapat menimbulkan tekanan.


2.     Susunan Lapisan Atmosfer
Lapisan atmosfer dapat dibagi-bagi berdasarkan ketinggiannya dari permukaan air laut.
a.      Troposfer
Merupakan lapisan atmosfer yang paling bawah, di daerah khatulistiwa, ketinggian troposfer dapat mencapai 20 km dan di daerah kutub hanya mencapi 9 km, ketinggian rata-rata 12 km, batas atas lapisan troposfer disebut juga tropopause.

b.      Stratosfer
Ketinggian stratosfer antara 12-80 km dari permukaan air laut. Batas atas lapisan stratosfer disebut stratopause. Lapisan ini dapat dibagi lagi menjadi :
1)     Lapisan isoterm, terletak antara 12-35 km, dengan temperatur yang tetap yaitu -50 0C.
2)     Lapisan panas, terletak antara 35-50 km, dengan temperatur antara
-50 0C, sampai + 50 0C, lapisan ini banyak mengandung ozon (O3) dan disebut juga ozonosfer.
3)     Lapisan campuran, terletak antara 50-80 km, dengan temperatur antara -70 0C sampai + 80 0C.

c.       Ionosfer
Ketinggian lapisan ini antara 80 – 800 km, lapisan ini terjadi ionisasi atom-atom udara oleh radiasi sinar-sinar dan ultraviolet yang dipancarkan oleh sinar matahari. Akibatnya, lapisan ini terdapat lapisan inversi (lapisan atmosfer yang semakin naik suhunya bukan semakin rendah melainkan semakin tinggi). Dan lapisan ini merupakan lapisan yang panas, ada ahli yang menyebut lapisan ini sebagai lapisan termosfer.

d.      Eksosfer
Lapisan eksosfer adalah lapisan terluar dari atmosfer, ketinggiannya antara 500-1000 km, butir-butir gas pada lapisan ini dapat meloloskan diri ke angkasa luar sehingga lapisan ini disebut juga dissipasisfer.











B.     CUACA DAN IKLIM
1.      Pengertian Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara pada suatu saat dan pada suatu tempat/daerah yang sempit. Misalnya : cuaca yang cerah, banyaknya awan, tekanan angin yang tinggi, panas atau sejuk.
Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah yang relatif luas dan waktu yang relatif lama (puluhan tahun), ilmu yang mempelajarinya adalah meteorologi dan ilmu yang mempelajari iklim adalah klimatologi.

1.      Unsur-unsur Cuaca dan Iklim
a.       Suhu udara
Suhu udara diukur dengan termometer, kertas yang berisikan catatan suhu disebut termogram. Macam-macam termometer dan dapat digunakan untuk mengukur suhu udara, yaitu termometer air raksa, maksimum, miminum, maksimum dan minimum. Tipe six belani, binetal, bourdan, dan termometer tahanan, di bawah ini digambarkan termometer maksimum-minimum tipe six belani.
Pengukuran suhu udara dilakukan secara terus menerus selama 24 jam sehingga didapatkan suhu rata-rata harian. Ini digunakan untuk menentukan suhu bulanan, suhu rata-rata bulanan digunakan untuk menentukan suhu tahunan dan suhu rata-rata bulanan diambil selama satu tahun dan suhu rata-rata tahunan diambil selama beberapa tahun.

b.  Tekanan udara
Adalah udara yang mempunyai massa sehingga dapat menekan permukaan bumi. Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Barometer ditemukan oleh Torricelli pada tahun 1644, hasil penemuan alat pengukur tekanan udara y lain adalah barometer anaroid, barometer ini mudah dibawa ke lain tempat dan dapat juga digunakan untuk mengukur tinggi tempat di atas permukaan air laut. Garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara yang sama disebut Isobar.

c.   Angin
Adalah aliran udara dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Angin dapat terjadi jika ada faktor-faktor yang menyebabkan angin mempunyai arah dan kecepatan. Biasanya untuk menentukan arah angin, digunakan bendera angin, dan kantong angin. Arah bendera angin selalu menunjuk arah angin tersebut datang, kecepatan angin diukur dengan anemometer dan hasil catatannya disebut anemoram. Satuan kecepatan angin adalah km per jam atau knot (1 knot = 1,854 per jam).


d.      Kelembaban Udara
Ada 2 macam yaitu kelembaban absolut (multak) dan kelembaban relatif (nisbi). Kelembaban absolut adalah banyaknya uap air yang terdapat dalam 1 meter kubik udara. Sedangkan kelembaban relatif adalah perbandingan antara jumlah uang air yang ada dalam udara pada volume dan suhu, alat pengukur kelembaban relatif disebut higrometer.




Rumus untuk menghitung kelembaban relatif :



                                                                              Kelembaban udara absolut
            Kelembaban relatif    =        --------------------------------------          x 100%
                                                                                         Nilai jenuh udara

e.       Curah Hujan
Adalah banyaknya air hujan yang jatuh sampai ke permukaan tanah, banyaknya curah hujan diukur dengan alat ukur curah hujan (fluviometer) yang disebut ombiometer. Ombiometer ini dipasang di tempat yang tidak dilindungi oleh pohon atau bangunan. Ada beberapa tempat di permukaan bumi yang mempunyai curah hujan yang sama, tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama sering digambarkan pada peta dalam bentuk garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut isohiet.

f.        Awan
Adalah kumpulan titik air atau kristal es yang terjadi karena adanya kondensasi uap air yang terdapat pada atmosfer, awan terjadi karena udara yang mengandung uap air naik sehingga suhunya turun sampai di bawah titik embun, awan ini dapat berupa benda padat atau gas.
Secara garis besar awan mempunyai tiga bentuk, yaitu :
1)  Awan sirus (cirrus) atau awan bulu adalah awan yang tipis seperti serat atau seperti bulu. Sangat tinggi dan biasanya terdiri dari kristal-kristal air.
2)  Awan stratus atau awan berlapis adalah awan yang rata, hampir tidak mempunyai bentuk tertentu. Biasanya berwarna kelabu dan menutup langit pada daerah yang luas.
3)  Awan kumulus atau awan bergumpal adalah awan tebal dengan gerakan vertikal. Di bagian atas berbentuk setengah bulatan (dome) atau seperti kubis dan di bagian bawahnya rata.




C.      POLA GERAKAN UDARA DAN KAITANNYA DENGAN KEHIDUPAN
Sifat udara mudah bergerak, ada bermacam-macam penyebab dan bentuk gerakan udara, bentuk gerakan udara ada yang konveksi, adveksi dan turbulensi.
1.      Konveksi
Matahari memancarkan sinarnya ke seluruh arah, salah satu pemancaran sinar tersebut ke arah bumi sehingga bumi menjadi panas, daratan memanaskan udara sehingga volume udara menjadi bertambah besar, udara yang dipanaskan naik dan tempatnya diganti oleh udara yang masih dingin, gerakan udara secara vertikal ini disebut gerakan antara konveksi dan gerakan udara ini terjadi di daerah khatulistiwa.
2.      Adveksi dan Turbulensi
Perbedaan tekanan udara antara tempat yang satu dengan tempat yang lain menyebabkan terjadinya gerakan udara, gerakan udara terjadi secara horizontal atau mendatar. Contohnya : gerakan udara dari daerah kutub ke daerah khatulistiwa yang berjalan sepanjang tahun, gerakan udara dari laut ke darat (siang hari), gerakan udara dari darat ke laut (malam hari), gerakan semacam ini disebut gerakan udara adveksi.
Gerakan udara adveksi memberi dampak bagi kehidupan, dampak ini dapat bersifat positif dan juga bersifat negatif. Gerakan udara berdampak positif yaitu (1) membawa zat-zat seperti O2 dan N ke tempat yang mengalami kekurangan zat-zat. (2) udara yang membawa uap air dapat menimbulkan hujan, gerakan udara berdampak negatif yaitu menimbulkan angin ribut dan membawa zat-zat pencemar, contoh: asap pabrik.
Adapun gerakan udara turbulnsi adalah gerakan udara yang berputar-putar, contoh : gerakan udara yang ditimbulkan oleh pesawat udara.






D.     SIKLON, ANTISIKLON DAN DAERAH KONVERGENSI ANTARTROPIK
Siklon dan antisiklon
Siklon adalah tekanan udara yang rendah, tekanan udara yang rendah ini dapat terjadi di daerah lintang sedang dan di daerah tropik. Angin siklon ialah angin yang berputar menuju ke pusat, di belahan bumi utara, arah gerakan angin ini berlawanan dengan arah jarum jam sedangkan di belahan bumi selatan arah angin siklon searah dengan arah jarum jam.
Jika daerah bertekanan udara rendah mengelilingi daerah yang bertekanan tinggi terjadilah putaran angin dari pusat menuju daerah sekitar. Angin ini disebut angin antisiklon, di belahan bumi utara arah gerakan angin antisiklon searah dengan arah jarum jam sedangkan di belahan bumi selatan arah angin antisiklon berlawanan dengan arah jarum jam.
Siklon dibedakan atas 3 macam yaitu :
1.      Siklon gelombang yang terjadi di daerah lintang sedang sampai pada daerah lintang tinggi. Siklon ini sering disebut ekstrasiklon. Kekuatannya dari lemah hingga sampai kuat.
2.      Siklon tropik yang terjadi di atas laut yang terletak di daerah tropik, kekuatannya dari sedang sampai sangat kuat, bersifat sangat merusak.
3.      Tornado, badai yang kecil tetapi merupakan siklon yang sangat kuat dan bersifat sangat merusak.
Gerakan udara dari daerah bertekanan udara tinggi ke daerah bertekanan rendah itu disertai dengan gerakan udara yang naik sebagai akibat pemanasan. Naiknya udara ini menyebabkan suhu udara turun kembali sehingga dapat menimbulkan hujan (hujan konveksi).









E.      KLASIFIKASI IKLIM
Unsur-unsur iklim yang menunjukan pola keragaman yang jelas merupakan dasar dalam melakukan klasifikasi iklim. Unsur iklim yang sering dipakai adalah suhu dan curah hujan (presipitasi). Klasifikasi iklim umumnya sangat spesifik yang didasarkan atas tujuan penggunaannya, misalnya untuk pertanian, penerbangan atau kelautan. Pengklasifikasian iklim yang spesifik tetap menggunakan data unsur iklim sebagai landasannya, tetapi hanya memilih data unsur-unsur iklim yang berhubungan dan secara langsung mempengaruhi aktivitas atau objek dalam bidang-bidang tersebut (Lakitan, 2002).

     Thornthwaite (1933) dalam Tjasyono (2004) menyatakan bahwa tujuan klasifikasi iklim adalah menetapkan pembagian ringkas jenis iklim ditinjau dari segi unsur yang benar-benar aktif terutama presipitasi dan suhu. Unsur lain seperti angin, sinar matahari, atau perubahan tekanan ada kemungkinan merupakan unsur aktif untuk tujuan khusus.


     Indonesia adalah negara yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, oleh sebab itu pengklasifikasian iklim di Indonesia sering ditekankan pada pemanfaatannya dalam kegiatan budidaya pertanian. Pada daerah tropik suhu udara jarang menjadi faktor pembatas kegiatan produksi pertanian, sedangkan ketersediaan air merupakan faktor yang paling menentukan dalam kegiatan budidaya pertanian khususnya budidaya padi. 

     Variasi suhu di kepulauan Indonesia tergantung pada ketinggian tempat (altitude/elevasi), suhu udara akan semakin rendah seiring dengan semakin tingginya ketinggian tempat dari permukaan laut. Suhu menurun sekitar 0.6 oC setiap 100 meter kenaikan ketinggian tempat. Keberadaan lautan disekitar kepulauan Indonesia ikut berperan dalam menekan gejolak perubahan suhu udara yang mungkin timbul (Lakitan, 2002). Menurut Hidayati (2001) karena Indonesia berada di wilayah tropis maka selisih suhu siang dan suhu malam hari lebih besar dari pada selisih suhu musiman (antara musim kemarau dan musim hujan), sedangkan di daerah sub tropis hingga kutub selisih suhu musim panas dan musim dingin lebih besar dari pada suhu harian. Kadaan suhu yang demikian tersebut membuat para ahli membagi klasifikasi suhu di Indonesia berdasarkan ketinggian tempat.

      Hujan merupakan unsur fisik lingkungan yang paling beragam baik menurut waktu maupun tempat dan hujan juga merupakan faktor penentu serta faktor pembatas bagi kegiatan pertanian secara umum, oleh karena itu klasifikasi iklim untuk wilayah Indonesia (Asia Tenggara umumnya) seluruhnya dikembangkan dengan menggunakan curah hujan sebagai kriteria utama (Lakitan, 2002). Tjasyono (2004) mengungkapkan bahwa dengan adanya hubungan sistematik antara unsur iklim dengan pola tanam dunia telah melahirkan pemahaman baru tentang klasifikasi iklim, dimana dengan adanya korelasi antara tanaman dan unsur suhu atau presipitasi menyebabkan indeks suhu atau presipitasi dipakai sebagai kriteria dalam pengklasifikasian iklim.
      Beberapa sistem klasifikasi iklim yang sampai sekarang masih digunakan dan pernah digunakan di Indonesia antara lain adalah:

a. Sistem Klasifikasi Koppen
Koppen membuat klasifikasi iklim berdasarkan perbedaan temperatur dan curah hujan. Koppen memperkenalkan lima kelompok utama iklim di muka bumi yang didasarkan kepada lima prinsip kelompok nabati (vegetasi). Kelima kelompok iklim ini dilambangkan dengan lima huruf besar dimana tipe iklim A adalah tipe iklim hujan tropik (tropical rainy climates), iklim B adalah tipe iklim kering (dry climates), iklim C adalah tipe iklim hujan suhu sedang (warm temperate rainy climates), iklim D adalah tipe iklim hutan bersalju dingin (cold snowy forest climates) dan iklim E adalah tipe iklim kutub (polar climates) (Safi’i, 1995).

b. Sistem Klasifikasi Mohr
Klasifikasi Mohr didasarkan pada hubungan antara penguapan dan besarnya curah hujan, dari hubungan ini didapatkan tiga jenis pembagian bulan dalam kurun waktu satu tahun dimana keadaan yang disebut bulan basah apabila curah hujan >100 mm per bulan, bulan lembab bila curah hujan bulan berkisar antara 100 – 60 mm dan bulan kering bila curah hujan < 60 mm per bulan (Anon).

c. Sistem Klasifikasi Schmidt-Ferguson
Sistem iklim ini sangat terkenal di Indonesia. Menurut Irianto, dkk (2000) penyusunan peta iklim menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson lebih banyak digunakan untuk iklim hutan. Pengklasifikasian iklim menurut Schmidt-Ferguson ini didasarkan pada nisbah bulan basah dan bulan kering seperti kriteria bulan basah dan bulan kering klsifikasi iklim Mohr. Pencarian rata-rata bulan kering atau bulan basah (X) dalam klasifikasian iklim Schmidt-Ferguson dilakukan dengan membandingkan jumlah/frekwensi bulan kering atau bulan basah selama tahun pengamatan ( åf ) dengan banyaknya tahun pengamatan (n).
Schmidt-Fergoson membagi tipe-tipe iklim dan jenis vegetasi yang tumbuh di tipe iklim tersebut adalah sebagai berikut; tipe iklim A (sangat basah) jenis vegetasinya adalah hutan hujan tropis, tipe iklim B (basah) jenis vegetasinya adalah hutan hujan tropis, tipe iklim C (agak basah) jenis vegetasinya adalah hutan dengan jenis tanaman yang mampu menggugurkan daunnya dimusim kemarau, tipe iklim D (sedang) jenis vegetasi adalah hutan musim, tipe iklim E (agak kering) jenis vegetasinya hutan savana, tipe iklim F (kering) jenis vegetasinya hutan savana, tipe iklim G (sangat kering) jenis vegetasinya padang ilalang dan tipe iklim H (ekstrim kering) jenis vegetasinya adalah padang ilalang (Syamsulbahri, 1987).

d. Klasifikasi Iklim Menurut Oldeman

Klasifikasi iklim menurut Oldeman didasarkan atas kebutuhan air dan hubungannya dengan tanaman pertanian yang sangat diperlukan. Pembagian iklim menurut Oldeman adalah sebagai berikut :
1)                A1 bulan basah lebih dari 9 bulan berurutan;
2)                B1 7-9 bulan basah berurutan dan satu bulan kering;
3)                B2 7-9 bulan basah berurutan dan 2-4 bulan kering;
4)                C1 5-6 bulan basah berurutan dan 2-4 bulan kering;
5)                C2 5-6 bulan basah berurutan dan 2-4 bulan kering;
6)                C3 5-6 bulan basah berurutan dan 5-6 bulan kering;
7)                D1 3-4 bulan basah berurutan dan satu bulan kering;
8)                D2 3-4 bulan basah berurutan dan 2-4 bulan kering;
9)                D3 3-4 bulan basah berurutan dan 5-6 bulan kering;
10)            D4 3-4 bulan basah berurutan dan lebih dari 6 bulan bulan kering;
11)            E1 kurang dari 3 bulan basah berurutan dan kurang dari 2 bulan kering;
12)            E2 kurang dari 3 bulan basah berurutan dan 2-4 bulan kering;
13)            E3 kurang dari 3 bulan basah berurutan dan 5-6 bulan kering;
14)            E4 kurang dari 3 bulan basah berurutan lebih dari 6 bulan.

Klasifikasi+Iklim+Menurut+Oldeman




e.      Iklim menurut  Junghuhn
Pembagia iklim menurut Junghuhn didasarkan atas ketinggian tempat yang dikaitkan dengan jenis vegetasi yang dapat tumbuh dengan baik pada derah tertentu.
Hal tersebut didasarkan atas perbedaan suhu udara, yaitu makin tinggi suatu tempat maikin rendah suhu udara. Junghuhn membagi zona iklim menjadi empat yaitu :
a.       Zona iklim panas (0-700 m). Jenis tumbuhan  yang cocok seperti tebu, jagung, padi dan kelapa.
b.      Zona iklim sedang (700-1.500 m). Jenis tumbuhan yang cocok antara lain kopi, karet, kina dan teh.
c.       Zona iklim sejuk  (1.500-2.500 m ). Jenis tumbuhan yang cocok antara lain cemara dan pinus.
d.      Zona iklim dingin (>2.500 m).  Pada daerah ini hanya terdapat lumut.
F. PENGARUH IKLIM TERHADAP KEHIDUPAN
          Klimatologi adalah bagian kecil dari Meteorologi. Dalam mempelajari klimatologi terlebih  dahulu perlu diketahui definisi dari cuaca dan iklim. Cuaca adalah keadaan atmosfer di suatu tempat dan waktu tertentu. Jadi pada tempat dan waktu yang berbeda cuaca akan berbeda pula. Adapun iklim adalah jalannya keadaan cuaca atau keseluruhan dari gejala-gejala cuaca di daerah tertentu dalam periode yang lama.

          Iklim di suatu tempat ditentukan oleh sejumlah unsur iklim seperti suhu, lengas udara, curah hujan, kecepatan angin, lama penyinaran matahari, dsb. Sebenarnya beberapa unsur iklim tersebut merupakan interaksi antara sejumlah faktor iklim yaitu penyebab-penyebab yang menentukan corak iklim, seperti letak lintang, arah angin, relief, tipetanah, dan vegetasi.

          Pengaruh iklim terhadap kehidupan sangat besar, namun demikian ini tidak berarti antara iklim dan kehidupan selalu ada kaitan “sebab-akibat”. Manusia tidak bisa merubah iklim, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mempengaruhi pengaruh iklim itu. Misalnya dengan menciptakan rumah kaca, membuat hujan buatan, dll.

Ada tiga wujud pengaruh iklim terhadap kehidupan :

1. Pengaruh apabila suhu tetap, tetapi jumlah hujan berubah
2. Pengaruh apabila suhu berubah dan jumlah hujan memadai
3. Pengaruh iklim dalam waktu atau musim

          Pengaruh iklim tersebut tanpa disadari bisa membawa anomali iklim maupun bencana mikro bagi kehidupan. Pada musim pancaroba, arah angin di Kepulauan Indonesia tidak jelas dan tidak ada daerah yang perbedaan tekanan udaranya jelas. Oleh karena itu arah angin senantiasa berubah. Selain itu karena perbedaan pemanasan setempat, tidak jarang angin itu bergerak “berputar” seperti halnya gerakan angin “siklon” atau lebih akrab dikenal dengan istilah angin “puting beliung” atau angin “puyuh”.

          Kejadian angin puting beliung atau angin puyuh pada musim pancaroba dapat sedikit diterangkan sebagai berikut :
Pada saat dimana suhu di belahan bumi di sebelah utara seimbang dengan suhu di belahan bumi selata, tekanan udara diatasnya pun tidak akan jauh berbeda. Kejadian tersebut akan terjadi dua kali selama setahun. Musim-musim itulah yang disebut dengan musim pancaroba di Indonesia. Musim pancaroba ini berlangsung kira-kira pada bulan Maret-April dan Oktober-November.

          Adanya keseimbangan itu membuat gerakan angin baik kekuatannya maupun arahnya menjadi tidak menentu. Karena suhu antara kedua belahan bumi berimbang, tekanan udaranya pun berimbang dan hampir tidak ada perbedaannya. Satu-satunya arah yang ada bagi gerakan angin itu adalah “ke atas”, maka musim pancaroba itu ditandai juga dengan banyaknya kejadian “angin berputar” sebagai akibat dari perbedaan tekanan udara setempat.

          Berikut di atas adalah sedikit penjelasan mengenai iklim dan pengaruhnya terhadap kehidupan, dan sebagai contoh kasus dewasa ini ialah perubahan musim yang begitu mencolok dan munculnya “puting beliung” yang sedikit banyak merugikan manusia. Semoga sedikit penjelasan tersebut semoga dapat menambah pengetahuan kita untuk menyikapi permasalahan dalam kehidupan tentang iklim.

Curah hujan
Curah hujan yang tinggi akan berdampak pada berlimpahnya air di banyak tempat. Air yang berlimpah ini bisa saja menyebabkan banjir. Kalaupun tidak sampai menimbulkan banjir, curah hujan tinggi akan membuat aktivitas manusia sedikit tersendat. Itu baru salah satu pengaruh cuaca dan iklim terhadap kehidupan. Masih banyak pengaruh lainnya yang disebabkan oleh cuaca dan iklim di suatu tempat.

Desain Rumah

Cuaca dan iklim juga mempengaruhi jenis tanah. Jenis tanah yang berawa-rawa akan membuat orang membangun rumah panggung, seperti yang banyak ditemui di wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Rumah panggung ini selain menghindarkan diri dari banjir juga dari binatang buas yang menghuni rawa-rawa.

Banyaknya angin ribut membuat orang-orang yang ada di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta membangun rumah dengan atap yang rendah. Atap rumah yang rendah membuat pergerakan angin tidak bisa menerbangkan atap rumah yang sebagian terbuat dari daun kelapa.

Sumber Daya Alam
Pengaruh cuaca dan iklim terhadap sumber daya alam juga tidak bisa dikatakan kecil. Ada beberapa jenis tumbuhan dan hewan yang tidak bisa hidup di alam Indonesia yang beriklim tropis. Kalaupun memaksakan diri memelihara atau menanam jenis tumbuhan atau hewan tertentu, maka harus ada perlakuan khusus dan hasilnya pun belum tentu sama dengan tumbuhan yang ada di daerah asalnya.

Misalnya tanaman kurma. Kurma mungkin bisa tumbuh, seperti yang ada di Taman Buah Mekarsari, Jakarta. Tapi perlakuan khusus terhadap tanaman kurma itu harus dengan seksama dilakukan.

Jagung dan gandum dengan kualitas bagus bisa tumbuh subur di wilayah Amerika dan Eropa. Peternakan sapi dengan kualitas daging yang prima ada di New Zealand dan Australia. Cukup sulit bagi Indonesia untuk menyaingi kualitas daging apalagi susu dari kedua negara tersebut.

Penyakit
Penyakit malaria sangatlah berkaitan dengan negara-negara beriklim tropis dan yang masih memiliki banyak hutan. Tapi ada jenis penyakit yang sulit berkembang di wilayah yang udaranya tidak memungkinkan jenis virus, bakteri, atau fungi berkembang. Tidaklah mengherankan bahwa di negara tropis dengan udara yang lembab seperti Indonesia, penyakit asma dan penyakit kulit berkembang dengan pesat di negara kepulauan ini.

Pekerjaan dan Produktivitas
Orang-orang di negara-negara yang mempunyai cuaca dan iklim ekstrim seperti Alaska, Islandia, kehidupannya pasti berbeda dengan orang-orang yang ada di Indonesia. Orang-orang di negara bercuaca ekstrim tidak mungkin bisa bertani.

Bentuk Fisik
Percaya tidak percaya bahwa bentuk fisik dipengaruhi oleh cuaca dan iklim. Perhatikanlah orang-orang yang berasal dari daerah beriklim dingin, tubuh mereka besar-besar dan berpostur tinggi.

Tubuh besar penuh simpanan lemak akan sangat bermanfaat bagi mereka untuk melawan hawa dingin yang menusuk tulang. Orang-orang di wilayah pegunungan China dan Jepang, cenderung pendek tapi bertubuh kekar dan sangat kuat.

Pakaian
Bangsa Eskimo tidak akan memakai bikini pada siang bolong seperti yang banyak dipakai oleh para turis di Bali dan Hawaii. Bangsa Eskimo menutupi tubuhnya dengan baju tebal yang terbuat dari bulu hewan.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
·         Atmosfer merupakan bagian bumi yang terdiri dari campuran beberapa gas yang mengelilingi bagian bumi yang padat dan cair.
·         Dalam kehidupan sehari-hari manusia juga selalu berhubungan dengan apa yang disebut cuaca dan iklim pada daerah yang sempit.
·         Siklon merupakan tekanan udara yang rendah dan dapat terjadi di daerah lintang yang sedang dan di daerah tropik.
·         Sifat dari udara yaitu mudah bergerak dan juga matahari memancarkan sinarnya ke seluruh arah (yaitu bumi) sehingga bumi menjadi panas.

Semoga semua informasi dari makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi diri kita sendiri.














DAFTAR PUSTAKA

  1. http://one-geo.blogspot.com/2011/02/pengaruh-iklim-terhadap-kehidupan.html
  2. http://www.syiham.co.cc/2010/03/klasifikasi-iklim-menurut-oldeman.html
  3. http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/2116445-pengertian-iklim/
5.       


0 komentar:

 

(c)2009 the mystery geek. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger